Selayang pandang...........


UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (UPTD Dikpora) Unit Kecamatan Karangsambung berkedudukan di Jalan Karangsambung Km 15 Kebumen tepatnya di Desa Kaligending. Membawahi 30 sekolah dasar dan 13 taman kanak-kanak.

07 Desember 2009

Cerdas dan Cerdas Istimewa, Inilah beda keduanya....

Anak-anak cerdas (bright/high achiever) berbeda dengan anak-anak cerdas/berbakat istimewa atau CI+BI (gifted). Mereka tidak bisa dimasukkan ke dalam kelompok gifted karena mereka memiliki karakteristik yang berbeda.
Hal tersebut diakui oleh Sekretaris Dewan Pembina Cugenang Gifted School Amril Muhammad di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (21/8). Amril mengatakan, sekalipun mereka juga memiliki tingkat intelegensi yang tinggi, kemampuan mereka dalam analisis, abstraksi, dan kreativitas tidak seluar biasa anak-anak CI-BI. Inilah perbedaan umum keduanya:

CERDAS
- Menjawab pertanyaan dengan benar
- Berminat dengan sesuatu
- Menunjukkan perhatian
- Gagasan bagus, populer
- Bekerja keras agar sukses ujian
- Menjawab soal sesuai pertanyaan
- Suka linearitas
- Pemerhati yang baik
- Mendengarkan penuh minat
- 6-8 kali pengulangan materi
- Memahami gagasan orang lain
- Senang berteman dengan sebaya
- Menarik kesimpulan
- Menyelesaikan tugas yang diberikan

CERDAS ISTIMEWA
- mempersoalkan pertanyaan
- penasaran dengan sesuatu
- terlibat emosional, mental dan fisik
- gagasan aneh, konyol, tidak umum
- jarang belajar, hasil ujian bagus
- memperluas konteks pertanyaan
- gemar kompleksitas
- pengamat yang kritis, bawel
- menyimak untuk siap berdebat
- cukup 1-2 kali penglangan
- membentuk gagasan sendiri
- bergaul dengan orang dewasa
- mempertanyakan keputusan
- memulai proyek sendiri

Sumber : kompas.com

30 Juni 2009

TELAH LAHIR BULETIN "Sketsaku"

Pada awal Juni 2009 bertepatan dengan akhir tahun pelajaran 2008/2009 secara diam-diam tanpa publikasi telah dilahirkan sebuah buletin yang diperuntukkan bagi rekan-rekan guru khususnya di Kecamatan Karangsambung. Untuk sementara buletin tersebut dikelola oleh UPTD Dinas Dikpora Kecamatan Karangsambung dibawah koordinasi Pengawas TK/SD. Pada masa-masa yang akan datang, buletin ini diproyeksikan menjadi ajang berlatih menulis dan sebagai media untuk mengekspresikan berbagai masalah yang masih dalam lingkup tugas mereka sebagai guru.


Buletin ini memiliki misi mengembangkan kemampuan profesional guru melalui bacaan yang bermutu dan berkaitan dengan tugas-tugas mereka. Di bawah ini sampel buletin dalam versi blog. Semoga bermanfaat.

Media belajar bagi guru di UPTD Dikpora Karangsambung yang mencoba untuk lebih berarti dengan segala keterbatasan yang dimiliki....
Nomor 003 Tahun I Edisi Minggu ke-3 Juni 2009

Bagaimana Membina Calon Juara OSN?

Kegiatan seleksi olimpiade sains (Matematika dan IPA) adalah kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan ini bukan kegiatan musiman yang penyelenggaraannya tidak menentu, tetapi merupakan kegiatan yang diselenggarakan dengan kalender yang relatif ajeg. Oleh karena itu, seleksi olimpiade sains nasional (OSN) merupakan kegiatan lomba yang cukup mudah diantisipasi persiapannya oleh setiap sekolah.
Mungkinkah salah satu anak didik kita mampu menjadi juara OSN? Jawabnya ‘sangat mungkin’. Tuhan menganugerahkan otak yang cerdas tidak hanya kepada anak-anak kota, tetapi juga kepada anak-anak kita yang lahir, hidup dan dibesarkan di pedesaan. Pengalaman menunjukkan bahwa tidak setiap pemenang OSN adalah anak-anak yang berasal dari perkotaan. Berawal dari sinilah kita hendaknya mampu membangun optimisme dan bekerja keras dengan membentuk “partai optimis” di sekolah kita. Kalau selama ini anak didik kita belum mampu menjadi juara, itu tidak berarti bahwa anak-anak kita tidak akan pernah menjadi juara.
Fakta yang kita alami adalah, selama ini anak-anak kita belum pernah menjadi juara. Mengapa demikian? Barangkali mereka belum mendapat bekal yang cukup untuk menempati kedudukan terhormat tersebut. Mereka lebih sering hanya berperan menjadi semacam pemandu sorak, yang lebih sering dikirim hanya untuk meramaikan suasana saja.
Beberapa saran yang dapat dilakukan sekolah dalam rangka meningkatkan prestasi dalam bidang lomba OSN antara lain:

1. Menyusun program pembinaan. Program pembinaan hendaknya disusun untuk jangka menengah dan jangka tahunan. Jangka menengah (untuk kurun waktu 3 tahun) sangat penting disiapkan dalam menyongsong dan mempersiapkan anak didik dalam laga lomba tiga tahun yang akan datang. Dalam program tersebut hendaknya memuat beberapa aspek penting antara lain:
a. Menetapkan bagaimana merekrut calon peserta
b. Menentukan sistem pembinaan yang akan diterapkan
c. Menetapkan jadwal pembinaan
d. Menentukan dan mempersiapkan pembina
e. Menetapkan alokasi anggaran yang harus disiapkan

2. Menyiapkan substansi materi (IPA atau Matematika). Materi pembinaan calon juara OSN tidak serupa dengan materi pembelajaran. Soal-soal olimpiade sains tidak merupakan jenis soal biasa, tetapi soal-soal yang luar biasa. Maksudnya, soal-soal olimpiade itu dikemas dan disusun sedemikian rupa sehingga terkesan sulit dan seperti bukan materi untuk sekolah dasar. Di bawah ini saya sajikan contoh tipe soal bukan olimpiade dan tipe soal olimpiade.

Tipe soal bukan olimpiade:

23 + 607 + n = 702 n = ….

Tipe soal olimpiade :

23 + 24 + 25 + …………. + 33 = n n = ….

Setelah kita membandingkan kedua soal tersebut (yang sama-sama menyajikan operasi penjumlahan) maka nampak jelas bagi kita bahwa soal olimpiade memiliki karakteristik yang berbeda dengan soal yang bukan olimpiade. Untuk memecahkan soal-soal olimpiade, selain calon peserta harus memahami konsepnya, mereka juga harus dibekali cara khusus (trik) yang membuat mereka mampu menyelesaikan soal lebih cepat dan benar. Penyelesaian soal olimpiade yang serupa contoh di atas, tentu saja akan membutuhkan waktu yang relative lebih lama jika dikerjakan dengan cara-cara biasa.

3. Materi pembinaan bahasa. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa soal-soal olimpiade juga menyajikan soal dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu materi pembinaan juga meliputi pembahasan soal-soal yang disajikan dalam Bahasa Inggris. Calon peserta sebenarnya tidak dituntut untuk benar-benar menguasai Bahasa Inggris sebagaimana orang belajar Bahasa Inggris, tetapi calon peserta harus dibekali sebanyak mungkin kosa kata dalam Bahasa Inggris yang berhubungan dengan kosa kata yang banyak dijumpai dan umum digunakan dalam IPA atau Matematika. Beberapa pengalaman berdasar pengamatan penulis, banyak dijumpai peserta seleksi olimpiade (khususnya IPA) yang gagal menjadi yang terbaik karena lemahnya kemampuan menyelesaikan soal dalam Bahasa Inggris. Maksud saya, peserta tersebut salah menjawab bukan karena tidak menguasai substansi materinya tetapi gagal karena tidak memahami isi/maksud soal yang disajikan dalam Bahasa Inggris.

4. Peralatan praktik/eksperimen. Dalam dua atau tiga tahun terakir ini seleksi olimpiade sains bagi siswa SD/MI tidak menyajikan soal yang menuntut peserta melakukan praktik atau eksperimen secara langsung di depan penguji. Meskipun demikian, tidak berarti calon peserta tidak perlu dibekali pengalaman bereksperimen untuk menemukan atau membuktikan kebenaran atas sebuah teori, konsep atau fakta. Pengalaman bereksperiman sangat diperlukan bagi mereka karena meskipun tidak dilakukan uji terhadap kemampuan praktik/eksperimen, pengalaman melakukan praktik/bereksperimen dibutuhkan untuk memecahkan soal-soal yang hanya bias dipecahkan dengan tepat jika peserta benar-benar telah memiliki pengalaman mempraktikkan.
Prasyarat utama menjadi peserta OSN adalah memiliki nilai IPA atau Matematika minimal 7,5 (tujuh koma lima) sejak semester pertama kelas tiga berturut-turut sampai semester pertama kelas lima. Dengan demikian, sebenarnya kita bisa mulai membina calon juara tersebut paling tidak selama lima semester. Waktu yang cukup panjang dan sangat mungkin untuk memberikan bekal yang cukup untuk menyiapkan siswa berlaga pada ajang seleksi olimpiade.
Logikanya sangat sederhana. Setelah kita menemukan siswa dengan nilai rapor 7,5 atau lebih dari anak kelas tiga, sejak itulah anak tersebut kita tetapkan untuk diproyeksikan sebagai peserta lomba dan kita mulai melakukan pembinaan. Karena anak tersebut kita bina secara intensif, maka hampir tidak mungkin anak tersebut akan mengalami gagal berpeluang karena prestasinya menurun. Jika pada tahun ini kita menemukan masing-masing dua anak yang mendapatkan nilai 7,5 untuk IPA dan Matematika, maka sedikitnya kita telah memiliki dua calon juara OSN pada dua atau tiga tahun yang akan datang.
Bagi golongan “partai pesimis”, maka mereka akan berkata “Akh, itu kan teorinya..!!”. Boleh saja Anda berkata demikian. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, tidak bisa kita pungkiri bahwa dalam banyak hal, kita memang harus lebih dahulu menciptakan ‘teori’ untuk menciptakan reka bentuk / gambaran berbagai alternatif langkah yang akan kita lakukan untuk mewujudkan yang kita inginkan, dan menghindar dari berbagai kemungkinan yang tidak kita kehendaki. Alur pemikirannya sederhana. Jika kita tidak membuat ‘teori’, maka akan sangat sulit bagi kita untuk menetapkan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan guna meraih keinginan tersebut. Dengan merancang ‘teori’, kita menjadi tertantang untuk membuktikan kebenaran ‘teori’ tersebut.
Menyiapkan program, menyiapkan materi, melakukan pembinaan bahasa, dan menyiapkan dan melatih praktik/eksperimen adalah teori yang harus kita buktikan kebenarannya untuk menjadikan anak kita menjadi juara OSN.
Semoga dapat menginspirasi.

20 April 2009

Review MBS (Pakem)

Tanggal 2o - 21 April 2009, teman-teman guru kelas 5 dan kelas 6 dari seluruh SD di kecamatan Karangsambung menyelenggarakan review MBS dengan penekanan pada penerapan Pakem. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai refleksi terhadap penerapan praktik pembelajaran yang baik yang selama ini telah digiatkan pelatihannya melalui KKG dengan materi Lesson Study. Dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias dan bergairah karena pihak panitia, para pemandu/fasilitator cukup baik dalam mempersiapkan segala kebutuhan kegiatan. Beberapa kegiatan dapat kita simak melalui laporan gambar di bawah ini:
Sebagian fasilitator sedang berdiskusi sambil menyiapkan perlengkapan.
berbagai alat bantu (barang bekas) disiapkan untuk meyakinkan peserta bahwa penerapan Pakem dalam pembelajaran tidak selalu mahal.
Hasil kerja kelompok peserta dipajangkan, dengan harapan mereka juga akan melakukan hal yang sama kepada murid-muridnya.
Hasil kerja kelompok peserta dipajangkan, dengan harapan mereka juga akan melakukan hal yang sama kepada murid-muridnya.
Tugas pun dibagi secara merata dengan berbagai variasi masalah yang harus dipecahkan dalam kelompok.
Bu Hj Sutrimah sedang mempersiapkan memandu temen-temannya bagaimana mengajar keterampilan menulis puisi dengan pendekatan pakem.
Bu Wheny sedang berlatih mengkomunikasikan apa yang telah diamati melalui tayangan video. Latihan ini penting agar bisa diterapkan di kelas pada para siswa agar mereka memiliki keterampilan mengkomunikasikan objek (gambar, benda, peristiwa, tayangan video dll.) yang dilihat atau ditayangkan oleh guru.
Pak Syaefudin Ali (pemandu) sedang mengajak para peserta pelatihan untuk membuktikan bahwa penerapan Pakem tidak membutuhkan biaya yang besar.
Antisiasme peserta memberikan harapan yang besar atas suksesnya penerapan Pakem dimasa-masa yang akan datang dan akan membuahkan peningkatan mutu pembelajaran.
Bu Nadiroh, Bu Anita dan Pak Sariman sedang mengamati alat yang mereka buat yang nantinya akan digunakan dalam pembelajaran. Bu Nadiroh nampak sangat serius mengamati cara kerja alat tersebut.

Kegiatan selama dua hari penuh berjalan lancar dan sangat bergairah. Sebuah harapan terpancar pada wajah para peserta. Selanjutnya mereka sepakat untuk menerapkan Pakem dalam pembelajaran dan berusaha terus menerus mengembangkan sehingga praktik pembelajaran yang baik akan terus berkembang dalam setiap pembelajaran dilaksanakan.
Amiiinn..........semoga sukses sahabatku semua!!!!!

18 Maret 2009

KKG Bersama Pak Kabid...


Bagi kami, tentu sangat membanggakan dapat berkali-kali bertemu dan mendapat bekal serta berdiskusi bersama Bapak Drs. Romelan MMPd, Kepala Bidang Pendidikan TK/SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen.
Setelah memberi pembekalan dan pembinaan serta terlibat diskusi dan tanya jawab dengan guru-guru di Gugus Joko Klewer pada tanggal 7 Maret 2009, seminggu kemudian beliau berkenan hadir di Gugus Wanapati seminggu kemudian atau tepatnya pada acara KKG yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2009. Bahkan saking asyiknya......... baik para peserta maupun Pak Romelan (panggilan akrab Drs. Romelan MMPd) sampai pukul 13.00 kegiatan baru berakhir.
Terima kasih Pak Kabid....terima kasih.... jabat tangan dan doa mengiringi kepergian beliau kembali ke pangkalan.
Dengan gayanya yang khas, Pak Romelan menjawab pertanyaan-pertanyaan para guru.

12 Maret 2009

Sang Juara Sejati......

Tim Sepak Bola Kecamatan Karangsambung foto bersama sebelum bertanding.
Begitu peluit ditiup oleh Wasit sebagai tanda waktu pertandingan telah berakhir.......Whuuaaaaaaaaa......!!!!!! teriak sporter tim sepak bola siswa SD Kecamatan Karangsambung. Langit di atas Stadion Candradimuka bagai terbelah. Blaaaaarrrrrrrr......!!!!! Ada apa lagi?? Tak lain penyebabnya karena tim kebanggaan mereka menjadi juara sejati setelah mengalahkan tim favorit tuan rumah Kecamatan Kebumen dengan skor 2 - 1. Bermain dibawah terik matahari (permainan dimulai pukul 13.30) anak-anak Karangsambung yang terdiri dari siswa SDN 1 Widoro, SDN Kaligending dan SDN 2 Karangsambung berjuang keras dengan teknik yang lumayan mempesona. Hampir seluruh waktu permainan digunakan untuk mengurung daerah pertahanan anak-anak Kebumen. Coba saja saksikan sejenak betapa indah gol kedua ini ....

video

Kecuali menjadi Juara Pertama pada cabang favorit sepak bola, tim Popda SD Kecamatan Karangsambung juga menjadi Juara Pertama cabang Bola Volley Putra. Sedangkan untuk tim volley putri hanya mampu menduduki runer up. Nggak apa-apa, masih ada waktu...


Nampak pada gambar Pak Slamet sedang memberi arahan-arahan kepada tim volley Kecamatan Karangsambung yang diwakili oleh SDN Kedungwaru. Selamat...selamat.....

10 Maret 2009

10 Megatrends tentang Belajar

Dalam satu kesempatan pelatihan pengawas sekolah, Endang Abutarya (2007) mengetengahkan tentang 10 megatrend tentang belajar untuk saat ini dan ke depannya. Kesepuluh trend tersebut adalah: (1) belajar melalui kehidupan kita; (2) belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan; (3) belajar berfokus pada kebutuhan nyata; (4) belajar dengan seluruh kemampuan otak; (5) belajar bersama; (6) belajar melalui multi media, teknologi, format, dan gaya; (7) belajar langsung dari berpikir; (8) belajar melalui pengajaran/pembelajaran; (9) belajar melalui sistem pendidikan kita yang akan berubah cepat untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar; dan (10) belajar bagaimana belajar.
Sementara itu, terkait dengan proses pembelajaran, bahwa dalam pembelajaran harus dapat: (1) meningkatkan pemahaman dan memperbaiki proses belajar; (2) mendorong prakarsa belajar siswa; (3) mempreskripsikan strategi yang optimal; (4) kondisi membelajarkan siswa secara simultan; (5) memudahkan proses internal yang belajar; dan (6) menjadikan belajar lebih efektif, efisien, dan menarik. Pada kesempatan pelatihan ini Endang Abutarya menjelaskan pula tentang tiga teori belajar utama: (1) behaviorisme; (2) kognitivisme, dan (3) konstruktivisme.

07 Maret 2009

Berusaha Memprediksi Soal UASBN Berbekal Kisi-Kisi

Tanggal 26 Fabruari 2009 semua Kepala SD dan Guru Kelas 6 se-Kecamatan Karangsambung mengikuti acara bertajuk "Bedah SKL". Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan hasil UASBN 2009. Pada tanggal 2 - 4 Maret 2009 mengirim empat orang mengikuti kegiatan yang sama dengan penekanan pelatihan penulisan prediksi soal UASBN 2009 di Hotel Candisari, yang diselenggarakan oleh Dinas Dikpora Kabupaten Kebumen. Dari hasil kegiatan tersebut, pada hari Sabtu 7 Maret 2009 keempat utusan yang mengikuti pelatihan di Hotel Candisari bertugas sebagai tutor sebaya teman-teman guru kelas 6 sekecamatan yang dipusatkan di Aula UPTD Dinas Dikpora Kecamatan Karangsambung.
Peserta kegiatan tersebut sejumlah 34 orang terdiri atas 30 guru kelas 6 SD dan 4 orang guru kelas 6 MI. Mereka dibagi dalam lima kelompok, dan kegiatan ini akan terus berlanjut sampai tiga kali pertemuan.
Pak Slamet (Guru Kelas 6 SDN 3 Plumbon sedang memimpin teman-temannya; Bu Retno, Bu Rasmi, Pak Harjo dan Pak Aziz Arifin..... berdiskusi membahas kisi-kisi Mapel Bahasa Indonesia UASBN 2009 dan mencoba menuangkan dalam soal-soal)Kalau ini Pak Warto (Guru SDN 1 Wadasmalang) dan Bu Sri Maryati (Guru SDN Kedungwaru) sedang bertugas mendampingi kelompok yang lain.Nampak pula Pak Wahyudin, Bu Titi dan Bu Kamal Rahim yang sedang asyik menggaris kolom-kolom. Pak Masngud (berpeci)Guru Kelas 6 MI Ma'arif Widoro tak ketinggalan ikut aktif dikelompoknya. Pak Widodo, memimpin kelompoknya. Nampak Pak Wahyu dan Pak Moh Zen aktif mengikuti. Pak Suharso (Guru SDN 1 Widoro) menyampaikan pendapatnya kepada Pak Widodo (Ketua Kelompok)
Bu Anita (Pemandu, juga Guru SDN 2 Plumbon)sedang mendampingi kelompok Pak Susanta, Pak Sugiarso dan Pak Suratman (terhalang oleh Pak Giarso)
Pendek kata, kegiatan ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan nilai UASBN 2009. Asyik...mereka bahkan lupa bahwa waktu telah habis dan harus mengakhiri kegiatan. Selamat berjuang kawan-kawanku ....!!!